Oleh: outeahealing | 17 November 2007

Diabetes Melitus

Sunday, May 14, 2006.  Indonesia Urutan Ke-4 Penderita kencing manis (diabetes melitus). Kalbefarma – Ada sebuah fenomena yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan survey WHO, jumlah penderita kencing manis (diabetes melitus/DM) di Indonesia sekitar 17 juta orang (8,6 persen dari jumlah penduduk) atau menduduki urutan terbesar ke-4 setelah India, Cina, dan Amerika Serikat (AS). “Banyaknya penderita diabetes di Indonesia karena gaya hidup masyarakat yang tidak memperhatikan pola hidup sehat, seperti mengkonsmsi gizi seimbang dan berolah raga cukup,” ujar Menkes Siti Fadilah Supari pada pada dialog tentang Dibetes memperingati Hari Lanjut Usia (Lansia) Nasional di Jakarta, beberapa bulan yang lalu. Menurut Menkes, jika penderita diabetes tidak mampu mengontrol kadar gula dalam darahnya, akibatnya akan terjadi komplikasi misalnya terkena stroke, gagal ginjal, jantung, kebutaan dan bahkan harus menjalani amputasi jika anggota badan menderita luka yang tidak bisa mengering darahnya. Menkes berharap, masyarakat termasuk Yayasan Pelita Usila sebagai penyelenggara dialog diabetes ikut mensosialisasikan penanggulangan DM, baik secara medis seperti pemberian obat-obatan maupun non-medis melalui pencegahan seperti mengurangi konsumsi makanan mengandung gula dan berolahraga. 

Survei Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO) pada 2001 menyebutkan jumlah penderita DM di Indonesia mencapai 8,6 persen, terjadi peningkatan jumlah DM di Jakarta dari 1,7 persen pada tahun 1981 menjadi 5,7 persen pada tahun 1993. International Diabetic Federation (IDF) mengestimasikan bahwa jumlah penduduk Indonesia usia 20 tahun ketas menderita DM sebanyak 5,6 juta orang pada tahun 2001 dan akan meningkat menjadi 8,2 juta pada 2020, sedang Survei Depkes 2001 terdapat 7,5 persen penduduk Jawa dan Bali menderita DM. Data Depkes tersebut menyebutkan jumlah penderita DM menjalani rawat inap dan jalan menduduki urutan ke-1 di rumah sakit dari keseluruhan pasien penyakit dalam. (www.lizaherbal.com)

Penyakit diabetes mellitus (kencing manis) merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa darah (gula darah) melebihi nilai normal. Tanda-tandanya: poliuria (banyak kencing), polidipsia (banyak minum), polifagia (banyak makan), penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya, dan keluhan lainnya seperti kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensia pada pria dan prioritis vulva pada wanita.Faktor penyebab Diabetes. Penyakit diabetes disebabkan oleh adanya defisiensi insulin atau adanya resistensi terhadap kerja insulin. Konsekuensi logisnya adalah terjadinya hiperglikemia (kadar gula darah tinggi) akibat gerakan glukosa dari darah ke dalam jaringan terhambat. Ketika kadar gula darah tinggi, ginjal tidak mampu menyerap semua glukosa. Sebagian glukosa tersebut dibuang bersama urine.Diet untuk Diabetes.  “Tidak” ada obat untuk penyakit diabetes, Diabetes dapat dikontrol dengan tiga cara utama yaitu minum tablet, penyuntikan insulin dan diet.Diet: Mengikuti pola makan sehat tanpa mempersulit diri. Imbangi dengan minuman yang secara klinis terbukti mampu “mengatasi” penyakit diabetes seperti teh Hitam.Teh hitam dan Diabetes.  Teh Hitam sudah lama diketahui sebagai antidiabetes. Senyawa yang paling berperan dalam aksi tersebut adalah polifenol. Sejumlah penelitian terkini menyatakan bahwa katekin merupakan polifenol yang paling efektif dalam mengatasi masalah diabetes. Selain dapat menurunkan kadar gula darah, katekin ini dapat mencegah terjadinya agregasi trombosis salah satu penyebab terjadinya penyempitan pembuluh darah.

 


Tanggapan

  1. Salam sehat untuk dunia…………..!!!!!!!!!!!!!
    R_Va Akbid Unimus 2008
    penyakit deabetes melitus salam penanganan dan penatalaksanaan haruslah sesuai dengan kondisi biopsikososial krn dlm belakangan ini byk terdapat penderita DM dari kalangan menengah kebawah dan dlm penanganannya askeskin adalah solusinya.
    himbauan:
    agar lebih dimaksimalkannya dana askeskin dr pemerintah.
    harapan mahasiswa khusus utk pemkot SMG utk lebih inten menangani masalah ini


Beri tanggapan

Your response:

Kategori